Hernia Jangan Dianggap Sepele

Hernia Jangan Dianggap Sepele
Hernia merupakan penyakit yang sering ditemukan dimasyarakat. Penyakit ini ditandai dengan adanya penonjolan isi perut melalui bagian dinding perut yang lemah, kelainan ini terutama ditemukan di daerah lipat paha. Hernia bisa terjadi disemua umur, juga banyak pada usia produkif, sehingga mempunyai dampak sosial ekonomi yang cukup signifikan, oleh karena iu penanganan penyakit hernia yang efektif dan efisien sangat diperlukan. Demikian dikatakan Dr. Barlian Sutedja, SpB Direktur Utama RS Gading Pluit kepada wartawan pada acara Scientific Symposium and Live Demonstration Recent Advances in Hernia Management” yang diselenggarakan di RS Gading Pluit Jakarta belum lama ini (19 Juli).
Turut bicara dalam acara tersebut Dr. Andy Maleachi, Sp.B-KBD, dan acara ini didukung oleh pakar-pakar dari luar negeri untuk membagi pengalaman mereka kepada dokter-dokter di Indonesia yaitu Afred Allen E. Buenafe MD dari Philippine dan Davide Lomanto, MD, Ph.D dari Singapore.
Dr. Barlian mengatakan, untuk menyediakan forum professional untuk penukaran informasi, pendidikan dan pelatihan bagi dokter-dokter bedah Indonesia yang menangani penyakit hernia, maka didirikan organisasi seminat dokter-dokter bedah yang disebut Perhimpunan Hernia Indonesia. Hal ini bertujuan untuk pengembangan pelayanan bedah pada umumnya dan bedah hernia khususnya kepada masyarakat luas sesuai dengan program pemerintah acara symposium dan live demo dengan tema “Recent Advances in Hernia Manageent” yang diadakan di RS Gading Pluit. Ini adalah merupakan kegiatan pertama dari Perhimpunan Hernia Indonesia, bekerjasama dengan RS Gading Pluit dalam rangka hari Ulang Tahun RS Gading Pluit ke-3.
Sementara itu Dr. Errawan B Wiradisuria, Sp.B-KBD Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestrif menambahkan, bahwa berdirinya Perhimpunan Hernia Indonesia, karena selama ini hernia dianggap sepele hanya kecil saja, tetapi ternyata setelah digali lebih dalam lebih banyak masalah, dan pengembangannnya masih dimungkinkan lebih luas lagi.
Oleh karena itu menurut Errawan, pertama, perlu dipikirkan bersama bagaimana pengembangan secara teknologi dan menjadi suatu pelayanan yang baik dan cukup ekonomis bagi masyarakat. “Jadi ada dua sisi seperti pisau bermata dua, satu pihak bagaimana cara melayani pasien lebih baik dengan teknologi yang lebih canggih dan sederhana tetapi ekonomis,” ujar Errawan.
Kedua, kata Errawan, bagaimana mengembangkan dari segi keilmuan, yaitu mengikuti teknologi yang sudah maju baik di dalam dan luar negeri. “Saya kira kita harus terus mengikuti keilmuan supaya tidak seperti katak dibawah tempurung. Oleh karena itu seorang ahli bedah mengikuti keilmuan terus menerus berkesinambungan,” ujar Dr. Errawan Wiradisuria,
Dr. Errawan mengatakan, nama penyakit ini berasal dari bahasa Latin, herniae, yang berarti penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah (defek) pada dinding rongga itu. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.
Hernia dibedakan atas beberapa jenis. Penamaannya disesuaikan menurut letaknya. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi di lipat paha. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. Bila terjadi di paha disebut hernia femoralis, di pusar dinamai hernia umbilikalis, dan di sekat rongga badan dijuluki hernia diafragmatika.
Selain itu, ada jenis hernia insisional, yakni yang terjadi setelah suatu pembedahan. Karena setelah pembedahan biasanya kekuatan jaringan tidak seratus persen kembali seperti semula, daerah itu kemudian menjadi lemah dan dapat mengalami hernia.
Menurut Dr. H Hermansyur Kartowisastro, Sp.BD, masyarakat awam menyangka, hernia merupakan gangguan kesehatan hanya pada kalangan setengah tua atau usia lanjut.
Padahal, sebenarnya hernia dapat juga terjadi pada anak-anak. Ia juga lebih sering dialami laki-laki ketimbang perempuan. Ini terjadi karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. Pada janin laki-laki, testis (buah pelir) turun dari rongga perut menuju skrotum (kantung kemaluan) pada bulan ketujuh hingga kedelapan usia kehamilan. Lubang yang berupa saluran itu akan menutup menjelang kelahiran atau sebelum anak mencapai usia satu tahun. Ketika dewasa, daerah itu dapat menjadi titik lemah yang potensial mengalami hernia.
Penderitanya sering mengeluhkan adanya benjolan yang tidak nyeri namun cukup mengganggu. Seberapa jauh mengganggunya, tergantung seberapa besar penonjolannya. Penonjolan muncul karena adanya kelemahan anatomis pada otot dinding perut menimbulkan penonjolan di tempat yang lemah tadi. Kondisi menjadi lebih parah bila ada dorongan akibat peningkatan tekanan di dalam rongga perut. Misalnya, akibat mengejan ketika buang air, batuk-batuk, atau mengangkat beban berat.
“Di Indonesia pasien hernia sering kali datang dalam keadaan terlambat, karena banyak orang tidak mengetahui, mungkin juga biayanya mahal. Padahal itu merupakan yang upnormal saja. Upnormal bukan karena suatu organic disease tetapi suatu kelainan anatomi, bukan organ yang upnormal, tetapi anatomi ada lobang yang besar, sehingga dia menonjol. Oleh karena adanya perubahan anatomi ditubuh maka salah satunya jalan harus dilakukan pengobatan dengan bedah,” ujar Dr. Hermansyur.
Menurut Dr. Berlian Sutedja, DSB, bahwa Hernia pada orang dewasa sebaiknya ditangani sedini mungkin. Bila didiamkan dan bertambah parah, nyawa bisa jadi taruhannya.
“Terapinya tak ada jalan lain, kecuali operasi,” Dr. Barlian menegaskan. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Karena penyebabnya keadaan anatomi yang melemah atau mengalami kelainan, pembedahan memang menjadi satu-satunya terapi.
Pembedahan untuk menangani hernia ini termasuk tindakan bedah yang sering dilakukan. “Operasi penderita hernia merupakan tindakan bedah kedua tersering setelah operasi usus buntu (apendisitis),” ujar Dr. Barlian.
Pada orang dewasa, pembedahan dilakukan untuk menutup lubang dan memperkuat bagian yang lemah. Otot perut dirapatkan menutupi lubang yang ada. Pada zaman baheula, operasi dilakukan dengan menempatkan penderita dalam “posisi Trendelenburg” (kepala di bawah) agar isi hernia masuk kembali ke rongga perut oleh gaya gravitasi Bumi.
Pembedahan dapat dilakukan terencana, tidak harus segera. Khusus untuk hernia inkarserata dan strangulata, tindakan operasi harus segera dilakukan. Bila tidak, bagian isi hernia yang terjepit lalu membusuk dan bisa menjadi sumber infeksi ke seluruh dinding usus (peritonitis). Akibat yang lebih buruk adalah kematian bagi penderitanya.
Setelah operasi, semuanya jadi beres? Belum tentu. Penderita biasanya masih mengeluh soal lain. Setelah operasi ia merasakan bagian yang dioperasi seperti tertarik dan nyeri.
Untuk mengatasi keluhan tadi, kini tersedia jala sintetis yang dikenal dengan mesh. Penggunaannya menguntungkan bagi penderita pascaoperasi, karena otot perutnya tidak lagi ditarik, sehingga penderita tidak akan merasa nyeri.
Selain tindakan bedah konvensional, kini juga ada terapi dengan teknik bedah laparoskopi. Keuntungan teknik ini antara lain, luka operasinya kecil sehingga penyembuhannya pun lebih cepat. Namun, teknik ini lebih rumit dan lebih mahal. Celakanya, hasil yang diperoleh dinilai tidak begitu maksimal, sehingga para dokter lebih memilih teknik biasa.
Jala Sintesis itu bermacam-macam. Dari jala yang keras, tebal terus berkembang sekarang menjadi jala yang kecil dan tipis tetapi sama-sama kuatnya, dan sekarang berkembang lagi jalanya itu bisa nempel sendiri. Tidak perlu dijahit, kalau dijahit kadang-kadang saraf ikut terjahit jadinya sakit setelah operasi, atau kesemutan, tidak ada rasa.
“Mesh yang sekarang sedang diproduksi dan dipasarkan, dalam waktu singkat di Indonesia juga akan dapat., bisa nempel sendiri. Jadi kalau sudah dipasang tidak berubah. Kenapa itu kita butuh, karena sering kali timbul ulangnya suatu hernia, karena pasangnya mesh situ yang tidak tepat.
Jadi lubangnya disini, nanti kalau pasiennya bangun dari operasi tau-tau karena batuk, sehingga bergeser sedikit, maka timbullah dipinggirnya itu. Makanya alat itu sangat berarti bagi kita, hal-hal dalam perkembangan demikian, apapun yang bisa mengurangai rasa sakit, apa pun yang bisa mengurangi kekambuhan, itu akan mengurangi pengeluaran orang tersebut di keluarga. Kita lihat saja angka kejadian di dunia ini sangat tinggi, perbandingannya 1 diantara 3000 orang, dalam seumur hidupnya kemungkinan bisa terjadi hernia.
Faktor-faktor risiko bagi penyakit hernia adalah keadaan yang boleh menyebabkan tekanan dalam rongga badan bertambah dan kelemahan otot dinding rongga. Diantaranya, obesitas, usia yang lanjut di mana otot dinding rongga menjadi lemah disebabkan proses degenerasi, hernia Umbilical pada orang dewasa wanita yang beranak ramai, orang yang menghidapsirosis hati, Ascites dan penyakit paru-paru seperti lelah, mngalami kesusahan untuk membuang air besar atau konstipasi, batuk kronik dan mengangkat berat dan memberikan tekanan pada rongga abdomen yang lemah seperti pada daerah trigonom hekselba serta sejarah keluarga bagi hernia merupakan faktor-faktor yang sering meninggikan risiko menghidapi penyakit hernia.
Pencegahan, berhenti merokok, jika sukar membuang air, segera berobat, menurunkan berat badan, mengangkat beban berat dengan teknik yang betul, banyak makanan yang mengandungi serat tinggi seperti sayur-sayuran dan bersenam

Hernia

Hernia merupakan protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.

Terdapat beberapa poin penting dalam hernia, yaitu : defek/ bagian yang lemah dari dinding rongga, kantung hernia, isi hernia, dan cincin hernia (daerah penyempitan kantung hernia akibat defek tersebut).

Berdasarkan terjadinya, dibagi atas hernia kongenital/bawaan dan hernia yang didapat. Hernia diberi nama menurut letaknya, misalnya diafragma, inguinal, umbilical, femoral, dan sebagainya.

Menurut sifatnya, hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk. Isi hernia keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia irreponibel.

Hal ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantung pada perineum kantong hernia. Bila tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut disebut hernia akreta.

Bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, disebut hernia inkarserata atau hernia strangulata. Disebut hernia inkarserata bila isi kantung terperangkap, tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi.

Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irreponibel dengan gangguan pasase, sedangkan gangguan vaskularisasi disebut hernia strangulata. Sebenarnya gangguan vaskularisasi sudah terjadi saat jepitan dimulai, dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis.
HERNIA INGUINALIS : dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pria > wanita. Faktor yang berperan adalah terbukanya processus vaginalis, peninggian tekanan di dalam rongga perut, dan kelemahan otot dinding perut (pada trigonom Hesselbach). Tekanan rongga perut yang tinggi secara kronis dapat berupa batuk kronis, hipertrofi prostat, konstipasi, ascites, kehamilan multipara, obesitas, dll.

Hernia inguinalis bisa berupa hernia inguinalis medialis maupun hernia inguinalis lateralis. Hernia inguinalis yang mencapai scrotum disebut hernia scrotalis. Keluhan dan tanda klinik yang timbul bergantung pada keadaan isi hernia, ada tidaknya perlekatan, maupun komplikasi yang telah terjadi.

Pada hernia reponibel, keluhan yang timbul hanya berupa benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri/ batuk/ bersin/ mengedan, dan menghilang setelah berbaring.

Keluhan nyeri pada hernia ini jarang dijumpai, kalaupun ada dirasakan di daerah epigastrium atau para umbilical berupa nyeri visceral akibat regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantung hernia. Bila telah timbul inkarserasi atau strangulasi, dapat timbul nyeri yang hebat dan keluhan mual – muntah.
Pengelolaannya bisa dengan pengobatan konservatif, maupun tindakan definitif berupa operasi. Tindakan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Jika reposisi tidak berhasil, dalam waktu 6 jam harus dilakukan operasi segera. Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi dan hernioraphy.
Komplikasi hernia bergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. Antara lain obstruksi usus sederhana hingga perforasi (lubangnya) usus yang akhirnya dapat menimbulkan abses lokal, fistel atau peritonitis.
Terdapat banyak jenis hernia yang lain, antara lain :
Hernia femoralis : berupa benjolan di lipat paha melalui anulus femoralis. Selanjutnya isi hernia masuk ke dalam kanalis femoralis yang berbentuk corong sejajar dengan vena femoralis sepanjang sekitar 2 cm dan keluar pada fosa ovalis di lipat paha.
Hernia umbilicalis : merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar) akibat peninggian tekanan intra abdomen. Merupakan kelainan kongenital. Hernia ini biasanya akan regresi spontan dalam 6 bulan sampai 1 tahun, bila cincin hernia < 2 cm. Bila lebih dari 2 cm, perlu tindakan operasi.
Hernia paraumbilicalis : hernia melalui suatu celah di garis tengah tepi atas umbilicus.
Hernia epigastrika : hernia yang keluar melalui defek di linea alba antara umbilicus dan processus xyphoideus.
Dengan penanganan yang dini, komplikasi yang mungkin timbul dapat dihindari.
Membedakan Hernia dan Hidrokel
Pada anak laki-laki, terkadang ditemui benjolan pada kantung kemaluan. Benjolan itu bisa berupa hernia, kemungkinan lain adalah hidrokel. Bagaimana membedakannya?

Hidrokel adalah pengumpulan cairan di dalam kantung yang terletak di sekitar kantong kemaluan atau lipat paha, sedang hernia adalah masuknya lapisan perut (kadang-kadang disertai dengan isi perut, seperti usus) ke dalam kantong kemaluan atau lipat paha.

Hal tersebut dapat terjadi oleh karena ada gangguan dalam pembentukan alat genetalia eksterna. Menilik cara pembentukan dan isi yang berbeda, maka pada umumnya hidrokel berbentuk bulat, berbatas tegas, kenyal dan karena isinya cairan bening maka bila ada sinar melalui benjolan, sinar itu dapat menembus benjoloan tersebut.

Sedangkan hernia, pada umumnya berbentuk lonjong, tidak berbatas tegas, kenyal keras dan karena isinya lebih padat, maka tidak tembus bila disorot sinar. Pada umumnya, hernia merupakan benjolan yang hilang timbul.

Pemijatan ke arah atas dapat menyebabkan isi benjolan tersebut pecah atau membengkak, sehingga menyebabkan keadaan berbahaya. Hernia di lipat paha pada umumnya memerlukan tindakan operasi. Biasanya, luka operasi itu akan sembuh dalam waktu beberapa hari saja.

Mengenal Hernia

Hernia merupakan tonjolan keluar dari organ atau jaringan lain akibat adanya bukaan yang tak normal di tubuh. Kebanyakan hernia terjadi ketika ada sebagian usus yang keluar melalui dinding perut yang lemah, sehingga terlihat tonjolan yang dapat dirasakan & diraba. Hernia dapat terjadi didaerah pangkal paha, pusar ataupun bagian lain. Ada hernia yang sudah muncul sejak lahir, ada juga yang berkembang dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi ada juga hernia yang muncul tiba-tiba. Gambar dibawah adalah ilustrasi terjadinya hernia.

Hernia terjadi karena adanya kelemahan pada bagian dinding perut sehingga bagian organ yang lain seperti usus dapat keluar. Sebenarnya tidak umum bagi seseorang untuk mempunyai kelemahan pada dinding perut sejak lahir, biasanya kelemahan pada bagian perut tersebut terjadi seiring berjalannya waktu atau dari luka bekas irisan operasi. Adanya tekanan dari organ atau jaringan tubuh pada dinding perut yang lemah tersebutlah yang menyebabkan organ menonjol keluar. Faktor yang dapat mempengaruhi lemahnya dinding perut adalah usia, merokok serta kegemukan.

Gejala Hernia
Hernia dapat dilihat & dirasakan, biasanya kita dapat merasakan adanya hernia tersebut dari benjolan ataupun seperti bengkak disekitar perut ataupun pangkal paha yang bisa hilang atau tetap muncul saat berbaring ataupun saat ditekan. Kita juga merasakan rasa sakit yang awalnya samar tetapi menjadi lebih jelas saat beraktivitas, serta benjolan yang semakin membesar.

Jika mengalami hernia jenis inguinal, maka cara yang umum untuk mengatahuinya adalah dengan menemukan adanya benjolan di sekitar pangkal paha, bagian skrotum biasanya akan membesar juga. Benjolan ini seringkali terlihat jelas dibawah kulit, serta dapat menghilang saat berbaring tetapi akan muncul kembali jika sedang batuk, bersin ataupun mengejan saat BAB. Beberapa jenis hernia tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, sementara yang lain dapat menimbulkan rasa sakit yang samar tetapi dapat menjadi jelast saat melakukan aktifitas fisik.
Jenis – jenis Hernia

Abdominal / Incisional Hernia
Hernia jenis abdominal atau ventral ini terjadi ketika usus tertekan keluar melalui dinding perut yang lemah. Seringkali hernia jenis ini disebut juga dengan hernia incisional karena biasanya benjolan tersebut muncul di tempat yang terdapat luka bekas irisan operasi sebelumnya. Benjolan tersebut biasanya muncul di sekitar daerah perut.

Umbilical Hernia
Hernia umbilical ini biasanya terjadi di sekitar daerah pusar & umum terjadi pada wanita saat hamil ataupun setelahnya.

Inguinal Hernia
Hernia inguinal ini dapat terjadi pada salah satu sisi ataupun di kedua sisi dari pangkal paha ataupun skrotum. Bila terjadi pada salah satu sisi disebut dengan unilateral & bila terjadi kedua sisi disebut dengan bilateral. Sebagian besar kasus hernia terjadi didaerah ini & biasanya juga lebih sering terjadi pada pria.

Femoral Hernia
Hernia yang terjadi pada wanita di sekitar pangkal paha ini disebut juga dengan hernia femoral. Hernia terjadi apabila ada kelemahan pada daerah arteri di paha bagian atas.

Hiatal Hernias
Hernia hiatal terjadi ketika bagian perut & kerongkongan melewati daerah diafragma ke bagian dada. Gejala umum yang sering dirasakan adalah heartburn atau rasa panas disekitar dada yang sering disebut juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Hernia Paraesophageal dapat terjadi ketika ada bagian perut yang tertekan hingga ke bagian dada disebelah esophagus, akibatnya tertekannya bagian tersebut sehingga dapat menghambat aliran darah ke organ ataupun bagian lain.

Satu-satunya cara untuk penyembuhan hernia adalah melalui perbaikan dengan operasi. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengatasi kondisi tersebut. Mungkin kata operasi dapat mengecilkan hati orang untuk melakukan pengobatan, terlebih jika hernia yang diderita belum terlalu menganggu, tetapi perlu diingat bahwa hernia ini cenderung akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu serta juga adanya resiko untuk menimbulkan komplikasi lain. Sehingga penanganan sedini mungkin sangat disarankan untuk dilakukan secepat mungkin, selain itu konsultasi dengan dokter yang menangani sebaiknya juga dilakukan khususnya mengenai pilihan jenis operasi yang ingin dilakukan.

Hernia/Burut Dinding Perut

DEFINISI
Hernia/burut dinding perut adalah tonjoloan usus lewat lubang atau pada area yang lemah dari dinding perut.
Hernia dinding perut menyebabkan penonjolan yang tampak tetepi sedikit mengganggu.
Diagnosa dibuat oleh dokter dengan pemeriksaab dan kadangkala dengan ultrasonografi.
Perawatan termasuk operasi untuk memperbaiki hernia.

Hernia perut sering terjadi terutama pada pria. Ada sekitar 700.000 operasi hernia setiap tahun di Amerika Serikat. Hernia biasanya dinamakan berdasarkan tempat dimana terjadinya hernia.

Dinding perut tebal dan keras pada hampir semua areanya, sehingga hernia biasanya terjadi pada area yang lemah dimana lubang sebelumnya sudah ditutup. Mengangkat beban berat atau meregang dapat membuat hernia lebih nyata tetapi tidak menyebabkan hernia terbentuk.

1. Hernia inguinal

Hernia inguinal muncul pada lipatan pangkal paha atau pada kantung kemaluan. Sering terjadi pada pria. Ada dua tipe , langsung dan tak langsung, tergantung pada dimana tepatnya hernia terjadi.

2. Hernia umbilical

Hernia umbilical terjadi disekitar pusar (umbilicus). Banyak bayi yang mengalami hernia umbilical kecil karena lubang untuk pembuluh darah tidak tertutup secara sempurna. Orang dewasa yang mengalami hernia umbilical disebabkan oleh kegemukan, hamil, atau kelebihan cairan di dalam perut (ascites).

3. Hernia femoral

Suatu hernia yang terbentuk persis di bawah lipatan pangkal paha di tengah paha dimana arteri dan vena femoral meninggalkan perut menuju ke kaki. Tipe hernia ini umumnya terjadi pada wanita.

4. Hernia incisional

Kadangkala hernia terbentuk melalui sayatan operasi pada dinding perut. Tipe hernia ini mungkin terjadi setelah beberapa tahun setelah operasi.
5. Pengurungan dan pengikatan

Kadang-kadang, ikatan usus terjebak di dalam hernia, kondisi ini disebut pengurungan (incarceration). Jarang, hernia menjebak usus begitu kuat sehingga menghentikan suplai darah, kondisi ini disebut pengikatan (strangulation). Pada pengikatan, bagian usus yang terjebak dapat berkembang menjadi gangren sekurang-kurangnya 6 jam setelah terjadi. Dengan adanya gangrene, dinding usus akan mati, biasanya menyebabkan pecah, dimana menyebabkan peritonitis (pembengkakan dan biasanya infeksi pada rongga abdominal), shock dan jika tak diobati menyebabkan kematian.

GEJALA

Banyak orang hanya melihat tonjolan di tempat adanya hernia. Kadang-kadang hernia muncul hanya sewaktu mengangkat, batuk atau meregang. Biasanya terjadi sedikit atau tidak ada rasa tidak nyaman, dan tonjolan bisa ditekan kembali ke dalam oleh penderita atau dokter. Hernia terkurung tidak mempunyai gejala tambahan, tetapi tonjolan tidak dapat dikurangi. Hernia pengikatan menyebabkan nyeri yang menetap dan meningkat, biasanya disertai dengan mual dan muntah, tidak dapat dikurangi dan lembut ketika disentuh.
DIAGNOSA
Dokter membuat diagnosa berdasarkan pemeriksaan. Benjolan di pangkal paha yang menyerupai hernia membuat bengkak titik getah bening dan buah testis tida bisa turun. Pembengkakan buah zakar mungkin merupakan varcocele (kondisi dimana suplai darah pada testis berkembang menjadi varises vena) atau spematocele (kumpulan sperma pada kantung yang kemudian berkembang menjadi epididimis). Kadangkala dokter melakukan tes ultrasound untuk membantu menentukan diagnosa.

PENGOBATAN
Hernia umbilical pada bayi jarang mencekik dan tidak perlu diobati. Kebanyakan akan hilang sendiri tanpat perawatan dalam beberapa hari. Hernia umbilical yang sangat besar dapat diperbaiki setelah bayi berumur 2 tahun.

Karena tipe hernia lain dapat terjadi pengikatan, dokter biasanya memperbaikinya dengan operasi setelah terdiagnosa. Jika hernia terkuung atau terikat/tercekik, operasi dilakukan selekas mungkin. Walau demikian, perbaikan dilakukan di waktu penderita merasa nyaman (operasi elektif).

Menahan hernia dengan pita, pembalut atau alat lain kadang-kadang membuat penderita lebih nyaman tetapi tidak mengurangi resiko tercekik atau menyebabkan lubang menutup, oleh karena itu, hal itu tidak direkomendasikan. Hanya hernia umbilical hilang dengan sendirinya tanpa perawatan/pengobatan.

HOMEOPATI DAN HERNIA
Hernia adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi di dalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif.

Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.

Penanganan

Umumnya masalah hernia ditangani oleh dokter dengan jalan operasi. Namun dalam homeopati hernia dapat disembuhkan tanpa harus operasi.

Dalam homeopati penanganan hernia hanya dengan memberikan obat disesuaikan dengan gejala hernia yang dialami pasien. Bila terjadi kecocokan antara gejala obat dengan gejala yang dirasakan pasien, maka hernia yang diderita akan mudah sembuh. Karena itulah diharapkan pasien jangan sungkan-sungkan untuk menceritakan semua masalah / keluhan yang dirasakan kepada dokter homeopati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: